•
Aplikasi
Stoikiometri
Dede Novianda
Purwanto
Aditya Argasiwi
•
Difinisi
Stoikiometri
Stoikiometri ialah suatu ilmu kimia
yang mempelajari dan menghitung hubungan kuantitatif antara pereaksi/reaktan
dan hasil dari suatu reaksi kimia.Stoikiometri sendiri diambil dari bahasa Yunani
yaitu stoikheion yang mempunyai arti unsur dan metria yang
berarti ukuran.
Pada Stoikiometri ini terdapat 3
hukum dasar yang sangat erat kaitannya dengan Stoikiometri itu sendiri, 3 hukum
tersebut ialah : a. Hukum Perbandingan Berganda atau disebut juga Hukum Dalton,
b. Hukum Perbandingan Tetap atau Hukum Proust, c. Hukum Kekekalan Massa atau
Hukum Lavoisier.
Dasar-dasar hukum pada Stoikiometri
1. Hukum Perbandingan Berganda
Dalam suatu pengamatan yang
dilakukan oleh Kimiawan asal Inggris yaitu John Dalton,yaitu pengamatan molekul
pada beberapa senyawa yang memiliki kesamaan pada atom-atom penyusunnya.Dari
itulah Dalton menyimpulkan,terjadinya dua macam unsur yang membentuk dua
senyawa atau lebih,dimana unsur pertama memiliki massa yang sama,maka pada
unsur kedua dalam senyawa-senyawa tersebut memiliki perbandingan sebagai
bilangan bulat dan sederhana.
Sebagai contoh pada senyawa
terdapat CO terdapat 1 atom C dan 1 atom O, sedangkan untuk CO2 terdapat 1 atom
C dan terdapat 2 atom O.Pada massa atom C adalah 12 gram dan atom O adalah 16
gram, karena kedua senyawa terdapat 1 atom C dengan 12 gram, maka perbandingan
massa atom O pada senyawa pertama dan kedua adalah 16 gram dan 32 gram, atau
1:2.
2. Hukum Perbandingan Tetap
Hukum perbandingan tetap atau bisa
juga disebut hokum proust,dimana proust itu sendiri diambil dari nama seorang
kimiawan asal Perancis yaitu Joseph Proust. Hukum itu berbunyi bahwa dalam
suatu unsur senyawa kimia itu terdiri dari unsur-unsur dengan perbandingan
massa yang selalu sama.
Contoh Soal :
Tentukan perbandingan massa
nitrogen dan oksigen dalam NO2 jika diketahui Ar.N = 14 dan Ar.O=16
Pembahasan
Perbandingan massa dalam NO2 dapat
ditentukan dengan persamaan yang telah diberikan di atas,massa N : massa O =
jumlah atom N x Ar.N : jumlah atom O x Ar.O
= 1 x 14 : 2 x 16
= 14 : 32
= 7 : 16
3. Hukum Kekekalan Massa
Hukum kekekalan massa atau bisa
disebut hokum Lomonosov-Laviosier(kali ini saya tidak tahu ini kimiawan dari
mana,hehehehe. . . .).Hukum kekekalan itu sendiri berbunyi hukum yang
menyatakan massa dari suatu sistem tertutup akan konstan atau tetap meskipun
terjadi berbagai macam proses di dalamnya, atau yang lebih familiar adalah massa
dapat berubah bentuk tetapi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.Dan
pernyataan tersebut sama halnya pada hukum kekekalan energi.
Sebagai contoh hukum kekekalan
energi itu sendiri ialah,perubahan energi kinetik menjadi energi listrik, yaitu
dapat kita lihat pada khidupan sehari-hari pada konsep PLTA(Pembangkit Listrik
Tenaga Air). Dimana kita ketahui air mengalir dan dapat menggerakkan sebuah
generator atau yang sering kita ketahui adalah kincir air pada aplikasi PLTA
sederhana di pedalaman di suatu pedesaan.Dari gerakan generator itu lah yang
dikonversi menjadi energi listrik.
•
Penerapan stoikiometri dalam
pengukuran kuantitatif
Stoikiometri Reaksi, telah di ketahui
bahwa dalam reaksi kimia itu menyatakan jumlah atom atau molekul yang ikut terlibat,
dan banyaknya atom itu sendiri dapat dihitung dalam persamaan kimia yang
ditunjukkan oleh koefisien reaksinya.
Seperti yang ada
pada tetapan Avogadro, jika nilai n = 6.022 x 10²³, maka n molekul sama dengan
satu mol.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa koefisien reaksi pada
persamaan kimia menunjukkan perbandingan jumlah mol zat-zat yang bereaksi dan
zat pereaksinya, atau yang lebih dikenal dengan nisbah stoikiometri atau
NS.
Stoikiometri Larutan, ada beberapa
hasil dari suatu reksi kimia yang berbentuk larutan. Solvent ialah suatu
komponen pelarut yang menentukan apakah pelarut dalam keadaaan padatan,cairan
atau gas, sedangkan zat terlarut itu sendiri disebut Solute. Dan sangat
beragam jumlah zat yang dapat dilarutkan suatu pelarut,oleh sebab itu kita
harus mengetahui komposisi yang tepat, serta mengetahui suatu persen massa dan
volume berdasarkan massa zat dan konsep molaritas untuk mengetahui konsentrasi
suatu larutan.
Molaritas (M)
adalah salah satu ukuran konsentrasi larutan, molaritas pada suatu larutan
menyatakan jumlah mol suatu zat per liter larutan. Misalnya 1.0 liter larutan
mengandung 0.5 mol senyawa X,maka larutan ini disebut 0.5 molar (M). Terdapat
juga kelebihan serta kerugian pada penggunaan satuan molar,kelebihannya ialah
kemudahan dalam perhitungan dalam stoikiometri karena konsentrasi dinyatakan dalam jumlah mol(sebanding dengan
jumlah partikel yang sebenarnya), kerugiannya menggunakan satuan mol ini pada
ketidaktepatan dalam pengukuran volume,karena volume suatu cairan berubah
sesuai temperatur,sehingga molaritas larutan dapat berubah tanpa menambahkan
atau mengurangi zat apapun,dan volume merupakan fungsi dari konsentrasi
sehingga hubungan molaritas dengan
konsentrasi tidak linier.
Pada stoikiometri gas,terdapat
hukum-hukum dasar yang menerangkan perilaku gas berdasrkan dasi suatu
pengamatan,yaitu hukum Boyle, Hukum Gay Lussac dan hukum Charles.
Hukum Boyle itu
berbunyi, jika suhu tetap, volume suatu gas yang massanya tertentu berbanding terbalik
dengan tekanannya. Yang dapat dinyatakan dengan rumus.
P×V×
=Py Vy atau V× / Vy = Py / V× Atau PV = tetapan
(jika T dan jumlah partikel tetap)
Syarat berlakunya
hukum Boyle adalah apabila gas berada dalam keadaan ideal (gas sempurna), yaitu
gas yang terdiri dari satu atau lebih atom dan dianggap identik satu sama lain.
•
Atas Perhatiannya, Terimakasih !!!!